Skip to main content

Jihad Dalam Diri


Jihad adalah kesungguhan, berarti ia bersungguh – sungguh dalam melakukan sesuatu hal. Diri ini ada sesuatu yang lain didalamnya dan sesiapa yang mengikuti nya bahkan mengumbarnya maka ia akan celaka tapi dalam melawannya kita kita boleh membunuhnya karena kita pun memerlukan sesuatu tersebut, yan sesuatu itu adalah hawa nafsu.
Disisi lain kita merasa risi karena ia selalu condong dengan kepuasan diri dan hal – hal nyang negatif tetapi disisi lain kitapun memerlukannya untuk keberlangsungan proses kehidupan ini. Oleh karena kita rasulullah pernah berkata bahwa jihad paling besar adalah jihad dalam diri untuk melawan hawa nafsu.
Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk melawan dan mengendalikan hawa nafsu:
1.      Meluruskan Niat
Hendaklah sesiapa yang ingin mengendalikan hawa nafsu, ia harus memiliki niat yang lurus dan niat yang lurus dan benar  cirinya hanya satu ialah ia selalu menyandarkan semuanya kepadaallah swt. Ia selalu mengharapkan ridho ilahi dalam melakukan sesuatu hal termasuk dalam mengendalikan hawa nafsu ini. Bagauimana tidak menyandarkan kepada allah, toih yang mempunyai kekuatan dan kehendak serta diri kita dan nafsunya sendirinyapun Allah, jadi sudah sepantasnya untuk kita mengembalikan semuanya kepada allah. Yuk perbaiki niat dari sekarang, tidak ada yang terlambat dalam melakukan sesuatu yang baik.
2.      Dzikrullah
Selalulah mengingat allah baik dalam berbaring, duduk bahkan berdirinya kita. Karena dengan mengingatnya kitra akan mendapatkan kemudahan terutama dalam mengendalikan hawa nafsu ini. Danjadikanlah sabar dan solah sebagai penolongmu.
3.      Berlomba – Lombalah dalam Kebaikan
Sibukanlah diri kita dalam melakukan sesuatu yang baik. Karena pikiran ini dan diri ini jika tidak diisi dengan sesuatu yang baik pasti akan terisi dengan yang buruk. Oleh karen itu dalam melakukan sesuatu hal perlulah pertimbangan, ini akan berbuah kebaikan ataukah sebaliknya. Dengan disibukan diri dengan melakukan kebaikanpun akan menyulitkan untuk nafsu menguasai pikiran dan diri ini. Yuk berlomba dalam kebaikan dari sekarang. Karena khoirunnas anfa ahum linnas “ manusia terbaik adalah yang bermanfaat untuk sesamanya.”
4.      Berjama’ahlah
Serigala akan menerkan kamping yang sendirian. Sudah jelas bahwa dengan berjamaah kita akan terhindar dari keburukan – keburukan yang disebabkan oleh diri kita. Bagaimana kita akan melakukan keburukan atau akan mengumbar nafsu d=sedangkan kita berada yang antara orang banyak, apakah tidakada rasa mallu dan lain sebagainya? apapun alasannya itu bisa menghindarkan kita melakukan hal – hal yang buruk. Maka hendaklah berjamaah dengan jamaah yang selalu mengingatkan kita kepada ilahi disaat kita berada didalamnya.

Comments

Popular posts from this blog

Meja kerjaku

Bekerja merupakan hal produktif yang bernilai ibadah dalam islam, sesuatu yang menjadi jihad bagi seseorang yang berniat untuk kerja sebagai ibadah kepada-NYA. Hal itu lah yang menjadikan kerja menjadi mulia. Berbicara tentang ibadah maka berbicara tentang tujuan hidup manusia, sebagai mana allah menjelaskan وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56). Seseorang yang bekerja dimana dengan kerjanya itu menghasilkan sesuatu yang manfaat untuk sekitarnya dan nilai manfaat itu dipakai terus sampai berates ratus tahun misalnya, maka nilai pahala dari kemanfaatan itu akan tetap mengalir kepada kita walaupun kita telah tiada. Masyaallah luarbiasa alangkah indah sekali jika setiap apa yang kita lakukan bernilai ibadah yang produktif dan bermanfaat untuk orang banyak. Tak bisa di bayangkan nilai pahala yang dita dapatkan. Mari kerja produktif.

TAMAN KAMPUS

Daun yang Jatuh Tak Pernah Menyalahkan Angin Siapa yang tidak tahu pohon tersem yang berada di depan kampus? Pohon yang menjulang tinggi dan rindang hanya kurun waktu 3 tahun saja. Yaaa… hanya 3 tahun dia sudah bisa menaungi kampus dari sengatan teriknya matahari dan gersangnya   kemarau yang panjang. Yaaa… hanya 3 tahun saja dia sudah bisa bersedekah begitu banyaknya dengan membiarkan buahnya diambil oleh orang orang di sekitarnya. Berbeda dengan manusia itu sendiri sudah 25 tahun mungkin sekarang,sulit sekali mereka untuk bersedekah. Pohon tersem yang ada di depan kampus, dia tak pernah menyalahkan angin walaupun daun yang jatuh karenanya. diapun tak pernah menyalahkan anak anak karena termasuk anak anak jugalah yang mengakibatkan daunnya berjatuhan. Lalu harus menyalahkan siapakah pohon tersem tersebut? Kalian tau dia tak pernah menyalahkan siapapun, justru yang dia lalukan setiap harinya selalu memberi dan memberi buahnya . berbeda dengan manusia yang hanya ing...

Konsep Ummah dan Masyarakat Islami

Ummah merupakan sekumpulan individu yang hidup dalam sebuah organisasi atau  masyarakat. Konsep ummah pertama kali tercantum jelas dalam piagam madinah. Dalam piagam Madinah, rumusan pengertian ummat merupakan langkah Nabi untuk mempersatukan umat islam sesuai dengan muatan pasal 1 piagam madinah yang isinya : “ Sesungguhnya mereka adalah umat yang satum tidak termasuk golongan lain ”. Ini merupakan pernyataan yang sungguh mempersatukan orang-orang muslim yang berasal dari dua golongan besar, yaitu Muhajirin dan Anshar, dan berbagai suku dan golongan sebagai umat yang satu. Dasar yang mengikat ini adalah akidah islam, yang membedakan mereka dari umat lain. Dilihat dari konsep ini, jelas bahwa kedudukan Piagam Madinah adalah untuk menyatukan suku-suku dalam umat Islam untuk menegakan hukum Allah Ini berarti bahwa bentuk negara yang dibentuk pada masa Nabi melalui konstitusi Madinah adalah negara teokrasi islam. Pengembangan masyarakat Islam secara konseptual dapat diartikan ...