Skip to main content

MengenalMU Melalui Rasa


Yaa….
Alam saling merangkai
Saling melengkapi
Saling menghidupi
Saling sahut menyahut

Subhanallah….
Terhamparnya bumi
Memunculkan segala sesuatu
Bukti karunia sang ilahi
Terhadap manusia yang berasal dari surgawi

Tetapi…
Manusia kini bukannya bertafakur dan bersyukur, akan nikmat Allah SWT yang maha ghofur
Memahami nafas yang terus – menerus berhembuspun sering lupa
Tetapi tak pernah lupa dengan hembusannya asap rokok
Seakan mereka mengurangi nikmat Allah yang telah di berikan padanya

Manusia kini bukannya menjemput dunia dan seisinya dengan lewat solat sunah qobla shubuh
Mereka hanya memahami mimpi – mimpi lewat tidur panjangnya dan melupan shubuh
Mereka seakan tak butuh untuk mencapainya, dan cukup untuk menikmatinya dalam lelap
Mereka seakan menghiraupan gaungan kemenangan yang dilantunkan saat tiba shubuh

Lalu cukupkah dengan seperti ini ?
Gunung – gunung yang tertancap
Bumi yang terhampar
Laut yang membentang
Matahari dengan sinarnya yang menyengat
Bulan dengan sinarnya yang mendamaikan
bintang yang menjadi penghias gelapnya  malam
Angin yang menerbangkan apa – apa yang mengenanya
Bukankah itu ada yang menciptakan dan mengatur?

Tubuh…
Rambut yang semakin hari semakin memanjang
Bagaimana jika gigi dan bulu mata yang panjangnya seperti rambuh?
Hidung yang selalu menjadi media untuk bernafas setiap saat
Bagaimana jika Allah STW menjedanya sedikit?

Jantung…
Selalu berdenyut tanpa perlu ada komando
Bagainmana jika harus ada komando dahulu?
Bukankan akan sangat sibuk hari – hari ini hanya untuk memandoinya?
Bagaimana jika ia capek dan istirahat sebentar?
Mungkin sudak tiadak kita di buka bumi ini

Lantas kenapa kita belum juga mengenalnya?
Bukankah telah banyak tanda – tanda yang menghampirimu?
Bukankah telah datang untukmu suatu kitab yang menjadi pedoman pula
Maka, benar apa yang ada dalam kitab tersebut
Islam adalah agama untuk irang – orang yang berfikir (ulil albab)
Sesiapa yang mampu untuk bertafakur dan bersyukur
Maka, ia akan mampu untuk mengenalnya dengan rasa
Rasa.. yaaa rasa
Rasa yang mengenalkan ia dengan yang sang pencipta
Rasa yang mengenalkan ia dengan yang sang memiliki sistem dalam kehidupan ini


Comments

Popular posts from this blog

Meja kerjaku

Bekerja merupakan hal produktif yang bernilai ibadah dalam islam, sesuatu yang menjadi jihad bagi seseorang yang berniat untuk kerja sebagai ibadah kepada-NYA. Hal itu lah yang menjadikan kerja menjadi mulia. Berbicara tentang ibadah maka berbicara tentang tujuan hidup manusia, sebagai mana allah menjelaskan وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56). Seseorang yang bekerja dimana dengan kerjanya itu menghasilkan sesuatu yang manfaat untuk sekitarnya dan nilai manfaat itu dipakai terus sampai berates ratus tahun misalnya, maka nilai pahala dari kemanfaatan itu akan tetap mengalir kepada kita walaupun kita telah tiada. Masyaallah luarbiasa alangkah indah sekali jika setiap apa yang kita lakukan bernilai ibadah yang produktif dan bermanfaat untuk orang banyak. Tak bisa di bayangkan nilai pahala yang dita dapatkan. Mari kerja produktif.

TAMAN KAMPUS

Daun yang Jatuh Tak Pernah Menyalahkan Angin Siapa yang tidak tahu pohon tersem yang berada di depan kampus? Pohon yang menjulang tinggi dan rindang hanya kurun waktu 3 tahun saja. Yaaa… hanya 3 tahun dia sudah bisa menaungi kampus dari sengatan teriknya matahari dan gersangnya   kemarau yang panjang. Yaaa… hanya 3 tahun saja dia sudah bisa bersedekah begitu banyaknya dengan membiarkan buahnya diambil oleh orang orang di sekitarnya. Berbeda dengan manusia itu sendiri sudah 25 tahun mungkin sekarang,sulit sekali mereka untuk bersedekah. Pohon tersem yang ada di depan kampus, dia tak pernah menyalahkan angin walaupun daun yang jatuh karenanya. diapun tak pernah menyalahkan anak anak karena termasuk anak anak jugalah yang mengakibatkan daunnya berjatuhan. Lalu harus menyalahkan siapakah pohon tersem tersebut? Kalian tau dia tak pernah menyalahkan siapapun, justru yang dia lalukan setiap harinya selalu memberi dan memberi buahnya . berbeda dengan manusia yang hanya ing...

Konsep Ummah dan Masyarakat Islami

Ummah merupakan sekumpulan individu yang hidup dalam sebuah organisasi atau  masyarakat. Konsep ummah pertama kali tercantum jelas dalam piagam madinah. Dalam piagam Madinah, rumusan pengertian ummat merupakan langkah Nabi untuk mempersatukan umat islam sesuai dengan muatan pasal 1 piagam madinah yang isinya : “ Sesungguhnya mereka adalah umat yang satum tidak termasuk golongan lain ”. Ini merupakan pernyataan yang sungguh mempersatukan orang-orang muslim yang berasal dari dua golongan besar, yaitu Muhajirin dan Anshar, dan berbagai suku dan golongan sebagai umat yang satu. Dasar yang mengikat ini adalah akidah islam, yang membedakan mereka dari umat lain. Dilihat dari konsep ini, jelas bahwa kedudukan Piagam Madinah adalah untuk menyatukan suku-suku dalam umat Islam untuk menegakan hukum Allah Ini berarti bahwa bentuk negara yang dibentuk pada masa Nabi melalui konstitusi Madinah adalah negara teokrasi islam. Pengembangan masyarakat Islam secara konseptual dapat diartikan ...